awwww :(



profile
entries
extras






CANDI BADUT
Oh When: Selasa, 21 Desember 2010, 22.40


 Candi Badut adalah salah satu peningglan sejarah yang ada di kota Malang.Mungkin banyak yang tidak tahu akan keberadaan candi ini karena memang keadaan dan kondisi dari Candi ini yang memprihatinkan.
Candi ini terletak di daerah Tidar.Lokasi candi sangat tidak strategis karena tertutupi oleh pemukiman warga.


Kita harus melewati jalan kecil dulu melalui pemukiman warga barulah kita akan menemukan jalan masuk ke dalam candi.
Candi Badut ini adalah seluas 2808 M² dan dikelilingi oleh beberapa gunung.Di sebelah selatan Gunung Kawi,di barat Gunung Arjuna,sebelah utara Gunung Tengger,dan Gunung Semeru di timur.
                Candi ini dahulu dikelilingi pagar tembok yang sekarang hanya tersisa pondasinya.Bangunan candi terdiri dari Batu Andesit,berdenah empat persegi panjang berukuran 17,27 meter x 14,04 meter dengan tinggi 8 meter dan menghadap ke barat.
                Secara vertical arsitekturnya terdiri dari bagian kaki,tubuh,dan atap.bagian kakinyaterdiri dari bingkai bawah yang berupa pelipit dan bagian kaki berupa bidang rata.Dibagian depan terdapat tangga naik ke bilik candi.sebelum masui ke bilik candi tedapat Selosan Pradaksinapatha yaitu tempat mengelilingi candi dari arah ke kiri hingga ke kanan
                Bagian tubuh candi tampak tambun,pintu bilik berhias Kalamakara yang merupakan gaya seni banguanan Jawa Tengah.Pada tangga di sebelah selatan terdapat Kinara-kinari.Pada ketiga sisinya terdapat relung berbingkai Kalamakara .Relung sisi utara berisi arca Durga,sebelah selatan yaitu arca Agastya,dan sebelah timur berisi arca Ganesha,yang kini telah hilang.

Di kanan-kiri pintu masuk juga terdapat relung kecil berisi Mahakala dan Nandiswara,yang disamping relung terdapat hiasan bermotif bunga.


Di dalam bilik candi terdapat Lingga dan Yoni dengan keadaan yang sangat memprihatinkan karena sudah tergores tulisan dari tangan-tangan jahil.(wns/dhe)




Label:


candi singosari, harta budaya yang tersisihkan
Oh When: Senin, 20 Desember 2010, 01.24

    Candi Singosari terletak didesa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ditemukan pada sekitar awal abad 18 (tahun 1800-1850) dengan pemberian nama/sebutan Candi Menara oleh orang Belanda.  Mungkin pemberian nama ini disebabkan bentuknya yang menyerupai menara. Sempat juga diberi nama Candi Cella oleh seorang ahli purbakala bangsa Eropa dengan berpedoman adanya empat buah celah pada dinding-dinidng dibagian tubuhnya. Juga menurut laporan dari W. Van Schmid yang mengunjungi candi ini pada tahun 1856, penduduk setempat menamakan Candi Cungkup. Akhirnya nama yang hingga sekarang dipakai adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari, adapula sebagian orang menyebutnya dengan Candi Renggo karena letaknya didesa Candirenggo.

    Menurut laporan tertulis dari para pengunjung Candi Singosari dari tahun 1803 sampai 1939, dikatakan bahwa Candi Singosari merupakan kompleks percandian yang luas. Didalam kompleks tersebut didapatkan tujuh buah bangunan candi yang sudah runtuh dan banyak arca berserakan disana-sini. Salah satu dari tujuh candi yang dapat diselematkan dari kemusnahan adalah candi yang sekarang kita sebut Candi Singosari. Adapun arca-arcanya banyak yang dibawa ke Belanda, sedangkan arca-arca yang saat ini berada dihalaman Candi Singosari sekarang ini, berasal dari candi-candi yang sudah musnah itu.


    Ketidak selesaian bangunan candi ini bermanfaat juga bagi kita yang ingin mengetahui teknik pembuatan ornamen (hiasan) candi. Tampak bahwa hiasan itu dikerjakan dari atas ke bawah. Bagian atas dikerjakan dengan sempurna, bagian tubuh candi (tengah) sebagian sudah selesai sedangkan bagian bawah sama sekali belum diselesaikan.
Dihalaman Candi Singosari masih terdapat beberapa arca yang tersisa, beberapa diantaranya berupa tubuh dewa/dewi meskipun bisa dibilang tidak utuh lagi. Bahkan terdapat satu arca Dewi Parwati yang memiliki bagian kepala yang terlihat "aneh". nampaknya bagian tersebut bukan merupakan kepala arca yang sebenarnya. Karena kepala arca yang sebenarnya diduga putus dan tidak ditemukan kembali.



   Berkunjung ke Candi Singosari ini sambil memegang buku panduan wisata yang bercerita tentang sejarah candi Singosari, sempat menimbulkan kesedihan dihati saya. Betapa tidak, dibeberapa bagian halaman buku tersebut terpampang jelas foto-foto arca yang telah dibawa ke negeri Belanda, lengkap beserta penjelasan posisi/sikap beserta atribut-atibut yang dikenakan oleh tokoh arca tersebut. Foto-foto yang ada menunjukkan bahwa apa yang mereka (penjajah) bawa kenegeri mereka, memang merupakan arca yang masih utuh dengan tingkat seni yang bisa dibanggakan. Suatu hal yang bisa dibilang "perampokan" oleh bangsa Belanda terhadap seni-budaya bangsa Indonesia.

Label:






malang city, when excitement meet culture

just enjoy the city and live your life




feels like heaven in the night





hello malang :)


ShoutMix chat widget