|
the history of AREMA INDONESIA part 2
Oh When: Rabu, 22 Desember 2010, 05.29
Kesebelasan Arema (Arema Football Club/Persatuan Sepakbola Arema nama resminya) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepakbolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema bagai sebuah magnet bagi arek Malang. Stadion Gajayana – home base klub pemerintah itu – selalu disesaki penonton. Di mana Arema waktu itu ? Yang pasti, ia belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepakbola. Ia masih jadi sebuah “utopia”. Adalah Acub Zaenal yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub galatama. Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. “Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zaenal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden, Denpasar,” ujar Ovan. Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. “You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub. Beberapa hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn.) Acub Zaenal– mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. “Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya. Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. “Saya hanya punya pemain,” ujarnya. Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86. Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama. Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Micky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M.Basri, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia. Dari Semua tim yang berlaga di Liga Super hanya Arema Indonesia lah yang menjadi tim profesional karena hanya Arema Indonesia lah yang memakai dana sepenuhnya dari swasta bukan dari APBD, sehingga Arema lebih sering dilanda masalah keuangan. Hingga saat tulisan ini ditulis Arema masih tetap Arema yang berhome base di Kota Malang tercinta dengan didukung oleh ribuan pendukung fanatiknya AREMANIA. Salam Satu Jiwa Arema Indonesia Label: historical thing MUSEUM BRAWIJAYA
Oh When: Selasa, 21 Desember 2010, 22.22
Museum Brawijaya adalah salah satu alternative tempat wisata yang ada di Malang.Museum yang tentu saja punya banyak nilai sejarah ini menjadi pilihan yang tepat untuk berwisata karena lokasinya yang terletak di tengah kota.Museum ini terletak tidak jauh dari perpustakaan kota Malang. Usaha untuk pendirian museum ini telah dilakukan sejak tahun 1962 oleh pemrakarsanya,yaitu Brigjen TNI (purn) Soerachman (Mantan Pangdam VII/Brawijaya tahun 1959-1962).Tujuan pendirian museum ini adalah untuk mengenalkan masyarakat sejarah perjuangan bangsa Indonesia,khusunya rakyat Jawa Timur sejak 1945 yang secara terus-menerus membuktikan dharma bhaktinya kepada Ibu Pertiwi. Museum ini terbagi atas beberapa bagian. - HALAMAN DEPAN Di halaman depan Museum Brawijaya terdapat taman senjata yang diberi nama “Agne Yastra Loka” yang berarti sebagai tempat/taman senjata yang diperoleh dari api revolusi 1945 Di halaman ini terdapat beberapa kendaraan perang seperti Tank,Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU),Meriam,serta Tank Amphibi dan patung Jenderal Sudirman - Ruang Lobby Ruangan ini terletak diantara ruang koleksi I dan ruang koleksi II,diruang ini terdapat 2 buah relief dan 2 perangkat lambang-lambang Kodam di Indonesia - Halaman Tengah Ada yang menarik di Halaman tengah ini,yaitu terdapat Gerbong Maut yang konon katanya ‘angker’.pada masa perang kemerdekaan I tanggal 21 juli 1947 tentara Belanda mendarat di Pasir Putih dan menyerang beberapa kota termasuk Bondowoso.Dalam pertempuran tersebut tentara Belanda menahan sejumlah pejuang di penjara Bondowoso. Gerbong barang nomor GR 10152 adalah salah satu dari 3 gerbong yang pada tanggal 23 september 1947 pukul 02.00 menjelang pagi bagi para tawanan yang berada di penjara Bondowoso,yang berjumlah 100 orang) diangkut menggunakan 3 buah gerbong barang untuk dipindahkan ke Surabaya.Karena berdesak-desakan dalam gerbong yang sempit dan pintu serta jendelanya ditutup rapat selama dalam perjalanan ,udara dalam gerbong sangat panas dan mengakibatkan banyak pejuang yang meninggal.Sedangkan yang masih hidup menggedor-gedor minta air dan minta dibukakan pintu agar udara bisa masuk tetapi tentara Belanda yang mengawal menjawab ‘Air tidak ada,yang ada hanyalah peluru’. Ketika sampai di stasiun Wonokromo Surabaya sebanyak 46 orang pejuang meniggal dunia,dan sisanya dalam keadaan yang memprihatinkan.Kemudian mereka dimasukkan kembali dalam penjara Kali Sosok. Selain gerbong maut,ada juga Perahu Segigir.Perahu Segigir adalah perahu untuk menangkap ikan yang digunakan Letkol Chandra Hasan untuk memimpin pasukannya melawan Belanda dari Sumenep menuju Paiton. - Ruang I Ruang ini digunakan untuk memamerkan benda-benda koleksi dari tahun 1945-1949.Barang-barang yang dipamerkan seperti 1. Foto-foto Panglima Kodam di Jawa Timur sejak tahun 1945 sampai sekarang 2. Lukisan pakaian seragam PETA,HEIHO,dan pejuang 3. Lukisan Pamen,Pama,Bintara,dan Tamtama prajurit PETA 4. Burung Merpati Pos yang pernah digunakan sebagai kurir di daerah Komando Ronggolawe Lamongan masih banyak lagi barang-barang bersejarah yang dipamerkan disini - Ruang Pameran II Ruang ini digunakan untuk memamerkan barnag-barang koleksi dari tahun 1950-1976.Barang-barang yang dipamerkan antara lain adalah: 1. Peta Kota Malang dan perkembangannya mulai dari jaman pemerintahan Belanda hingga beralih kepada Republik Indonesia dari tahun 1919 hingga sekarang 2. Senjata rampasan dari PRRi 3. Alat music yang pernah digunakan oleh Detasemen Musik Kodam V/Brawijaya - Perpustakaan Perpustakaan Museum Brawijaya merupakan tempat untuk mengoleksi buku-buku dan dokumen-dokumen sejarah perjuangan TNI,karya-karya umum dan refrensi yang terkait dengan pengabdian terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia.(wns/dhe) Label: historical thing MALANG PUNYA CERITA
Oh When: , 22.20
Kota Malang yang terkenal dengan udara sejuk dan pariwisatanya, ternyata memiliki sejarah cukup panjang. Wilayah cekungan Malang telah menjadi daerah pemukiman sejak masa purbakala. Berbagai prasastiPrasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas pondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan. Asal-usul nama “Malang” sampai saat ini masih belum dipastikan asalnya, para sejarahwan masih terus menggali berbagai sumber. Ada beberapa dugaan, yaitu nama “Malang” berasal dari : (misalnya 1. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota yang merupakan nama sebuah bangunan suci. Sampai saat ini keberadaan pasti bangunan suci tersebut masih belum diketemukan. 2. Sebuah desa bersejarah di daerah Tumpang yang bernama “Malangsuka”, dan sampai saat ini masih eksis. 3. Dua gunung yang sama-sama bernama “Malang”, membujur di sebelah Timur dan Barat kota Malang. 4. Kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Jika berkunjung ke kota Malang, kita akan disuguhi bangunan-bangunan eksotis jaman kolonial di beberapa daerah tertentu, seperti di daerah Ijen dan sekitarnya. Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Pada masa ini juga, daerah Malang dijadikan wilayah "Gemente" (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara. Label: historical thing the history of AREMA INDONESIA part 1
Oh When: , 12.56
Awal Munculnya Nama Arema Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama. Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang. Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang. Arema kemudian menjelma mejadi semacam “subkultur” dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepakbola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepakbola Arema adalah sebuah keniscayaan. Label: historical thing ijen street. an epic boulevard with historical thing.
Oh When: Minggu, 28 November 2010, 06.47
Mengenal wisata budaya malang sangat pas rasanya jika diawali dengan mengenal jalan ijen. Jalan ijen adalah aset kota malang yang memiliki arsitektur indah dan penuh dengan sejarah. Salah satunya adalah Ijen Boulevard yang terletak di Jalan Ijen Kota Malang, begitu indah dan sejuk dipandang mata. Ijen Boulevard dahulunya merupakan kompleks elit orang Belanda dan dari sisi desain lansekapnya sangat apik dan sangat diperhitungkan sekali seperti komplek bangunan, pedestrian, jalan, maupun median jalannya. Komplek bangunan Dahulunya komplek bangunan di Jalan Ijen ini sangat kental dengan bangunan Belanda pada umumnya. Namun sayangnya keadaan bangunan banyak yang mulai berubah seiring perkembangan jaman. Dan apa daya untuk mengembalikan seperti semula juga tidak memungkinkan, hanya berharap kondisi asli yang masih bertahan tetap dijaga oleh pemiliknya. Di sana juga terdapat Museum Brawijaya Malang yang konon katanya menghalangi pemandangan Gunung jika kita datang dari arah Jalan Semeru. Pedestrian Jika kita berjalan di area pedestrian di sepanjang jalan ini, sangat terasa nyaman, sejuk, dan area pedestrian yang luas sehingga terhindar dari kendaraan dari samping kanan. Pohon Palem Raja (Roystenea regia – Latin) menghiasi sepanjang pedestrian di Jalan Ijen. Selain itu berbagai vegetasi banyak ditanam di areal pedestrian baik dikelola oleh pemilik bangunan maupun oleh Pemerintah Kota Malang. Jalan dan Median Jalan Ini yang menarik. Jika kita melewati jalan ini, kita akan disuguhi oleh jajaran pohon palem raja dan median jalan yang penuh bunga dan perdu. Dengan jalan yang cukup lebar kita bisa lebih luas menikmati pemandangan dari kendaraan sewaktu melewatinya. Tak dipungkiri keindahan Ijen Boulevard menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang melewatinya. Konon Ijen Boulevard juga menjadi panduan bagi boulevar-boulevar yang terkenal di dunia, karena banyak orang luar yang meneliti desain boulevar ini. Dan terakhir, jangan lupa sekedar berjalan-jalan atau melintasi jalan ini kelak ketika Anda berkunjung ke Kota Malang. Atau jika Anda beruntung ada event tahunan yang diadakan di Jalan Ijen yaitu Event Malang Tempo Doeloe. Label: historical thing |
![]() malang city, when excitement meet culture just enjoy the city and live your life
|
![]() feels like heaven in the night
|